Jaga Semangat Berinovasi, MA Kunjungi FCoA

Delegasi MA Foto Bersama Dengan Justice Murphy di FCoA (5/12/2016)

Brisbane, PembaruanPeradilan.net

Tidak dapat dipungkiri bahwa semangat pelayanan publik yang prima serta berinovasi oleh pengadilan cukup tinggi. Berkaca dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Peradilan tahun 2015 lalu yang telah diikuti oleh 238 pengadilan di seluruh Indonesia, didaftarkan hingga sebanyak 443 inovasi pelayanan. Tidak berhenti di situ, semangat inovasi ini terus dijaga oleh Mahkamah Agung dengan mendorong replikasi inovasi unggulan –yaitu Audio to Text Recording (ATR) dan Menghitung Biaya Panjar Perkara Sendiri (e-SKUM) ke 15 pengadilan percontohan.

Tidak hanya berhenti di situ, Mahkamah Agung kembali mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang lebih berkualitas dan terencana dengan baik. Family Court of Australia (FCoA), yang selama ini menjadi rekan bagi MA dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait (salah satunya) pelayanan publik, mengundang MA untuk mengirimkan delegasi terbaiknya untuk melihat bagaimana pelayanan publik yang inovatif dikelola di FCoA.

Memenuhi undangan tersebut, MA menugaskan lima aparatur peradilan guna melaksanakan kunjungan belajar ke FCoA di Brisbane-Australia pada 3-10 Desember 2016. Kelima delegasi tersebut adalah M Farid Dzikrullah dari PA Kabupaten Malang (juara I dan juara favorit) dengan inovasi Audio to Text Recording (ATR); Dewi Mustika dari PN Pekanbaru (juara II) dengan inovasi e-SKUM; dan Ade Firman Fathony PA Tanggamus (juara III) dengan inovasi Tanggamus Mobile Court (TMC); Hermansyah dari Badilag yang selama ini terlibat aktif dalam pengembangan eLearning Badilag hasil kerja sama dengan FCoA serta Arifin Syamsurizal dari Biro Perencanaan dan Organisasi BUA yang saat ini mengemban program replikasi produk-produk inovasi pelayanan peradilan. Delegasi MA didampingi oleh Yunani Abiyoso (Tim Asistensi Pembaruan Peradilan MA) dan Theodora Putri (AIPJ)

Meski kelima anggota delegasi MA berasal dari satuan kerja yang berbeda-beda, namun mengemban satu tujuan yang sama yaitu  mempelajari inovasi pelayanan pengadilan di FCoA guna terus mengembangkan inovasi di MA dan pengadilan.

Apresiasi dari FCoA

Memasuki ruang pertemuan di kantor FCoA di Brisbane, delegasi MA mendapat kehormatan karena diterima dengan baik oleh Hakim pada FCoA yaitu Justice Peter Murphy. Selain menjadi hakim, Justice Murphy dikenal sebagai pejabat senior di lingkungan peradilan Australia yang visioner dan inovatif terkait pelayanan publik. Dirinya pernah berkunjung ke Indonesia pada 2014 dan berbagi pengalamannya mengimplementasikan nilai-nilai International Framework of Court Excellence ke MA dan badan peradilan.

Dalam seremoni pembukaan yang formal namun bernuansa santai, Justice Murphy menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan pelayanan publik di peradilan Indonesia. Karena telah lahir inovasi-inovasi baru guna peningkatan pelayanan khususnya ketiga inovasi yang menjadi juara Kompetisi Inovasi Pelayanan Peradilan 2015. Meski berada jauh dari Indonesia, ternyata dirinya memantau apa yang menjadi perkembangan di peradilan di Indonesia.

Secara lebih khusus dirinya tertarik terhadap inovasi juara yaitu ATR, karena menurutnya inovasi teknologi informasi tersebut dapat mengurangi beban pekerjaan. “Itu bagus sekali, saya mau itu,” ujarnya mengapresiasi.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan ucapan selamat datang dengan baik sembari secara singkat menyampaikan program apa saja yang akan dilalui oleh delegasi dari MA. “Program sudah disiapkan, selamat menikmati pembelajarannya dan silahkan lihat fasilitas di gedung baru mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi,” pungkasnya.

Agenda dan Program Pembelajaran

Ketika kegiatan ini direncanakan beberapa bulan sebelumnya, ditentukan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan strategi pengembangan, implementasi, manajemen perubahan serta replikasi inovasi pelayanan pengadilan. Tujuan ini akan dicapai melalui tukar pikiran tentang praktek terbaik pengembangan pelayanan publik, mempelajari dan memantau langsung praktek terbaik pelayanan publik oleh peradilan.

Untuk itu FCoA telah mempersiapkan program untuk selama 5 hari, yaitu antara lain manajemen proyek inovasi, strategi komunikasi, manajemen perubahan, pembelajaran dari inovasi-inovasi baru di FCoA serta kunjungan-kunjungan ke pengadilan lainnya agar delegasi dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana pengadilan melaksanakan pelayanan publik. Selama kegiatan ini berlangsung delegasi MA didampingi terus oleh Leisha Lister, pejabat senior di FCoA yang selama ini menjadi salah satu penghubung kerja sama antara MA dengan FCoA.(*)

[ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar