Di Family Court of Australia, Ini yang Dipelajari Para Inovator Pengadilan

Catatan Hari Pertama Kunjungan ke FCoA

Brisbane | Badilag.net

Di luar waktu perjalanan dari Jakarta ke Brisbane dan sebaliknya, delegasi Mahkamah Agung RI melakukan kunjungan kerja di Family Court of Australia selama sepekan penuh, sejak tanggal 5 hingga 9 Desember 2016.

Lantas, apa saja yang dipelajari delegasi oleh delegasi MA?

Pada dasarnya, kunjungan kerja kali ini difokuskan pada upaya menumbuhkan prakarsa berinovasi di pengadilan dan mengembangkannya serta menularkannya kepada pengadilan-pengadilan lainnya.

Dalam hal ini, pihak FCoA tidak semata-mata menyajikan berbagai materi dan memberi contoh-contoh, namun juga menyimak dan turut mendiskusikan berbagai persoalan seputar inovasi-inovasi pengadilan di Indonesia.

Sesuai agenda, delegasi MA akan mempelajari strategi dan taktik mengatur proyek inovatif, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga pengakhiran.

Strategi komunikasi kepada para pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari pimpinan, penyandang dana, rekan satu tim, publik, hingga media juga akan mereka pelajari.

Hal-hal krusial, seperti tantangan menghadapi perubahan-perubahan yang tidak diharapkan, juga menjadi materi yang akan diterima delegasi MA.

Yang tidak kalah penting dan menarik adalah mempelajari online dispute resolution atau penyelesaian sengketa secara online. Juga mempelajari produk-produk dan layanan-layanan pengadilan yang inovatif di Australia. Sebagai contoh kecil, FCoA sudah menerapkan eDivorce atau secara harfiah berarti cerai secara  elektronik. Sejak pendaftaran perkara hingga pengambilan akta cerai dilakukan secara online!

Para anggota delegasi yang rata-rata masih muda ini juga akan diberi pemahaman mengenai kiprah dan peranan orang muda dalam sistem baru pengadilan, mulai dari cara membentuk tim, meningkatkan skill anggota tim, hingga menghasilkan suatu inovasi bersama sebuah tim.

Rombongan dari MA juga akan diajari teknik pelatihan untuk staf pengadilan. Ini dimaksudkan agar ada transfer pengatahuan, sehingga para staf pengadilan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama mengenai pentingnya inovasi pengadilan.

Tidak hanya itu, delegasi MA juga akan diajak berkeliling ke sejumlah pengadilan untuk bertemu ketua pengadilan, hakim dan panitera dan melihat langsung pelayanan pengadilan-pengadilan di sini, serta mendiskusikannya.

Di hari pamungkas kunjungan kerja, delegasi MA akan memaparkan rencananya untuk membuat atau mengembangkan inovasi-inovasinya.

[hermansyah]

Sumber: Badilag.net

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar