Mahkamah Agung Pererat Kerja Sama Yudisial Dengan Hoge Raad

Jakarta, PembaruanPeradilan.net

Kerjasama antar pengadilan merupakan salah satu sumber penting dalam pengembangan pembaruan peradilan Indonesia. Melalui kerjasama, akan selalu terjadi pertukaran ide, informasi, praktek terbaik, dan tentunya semangat untuk melakukan pembaruan. Oleh karena itu, Mahkamah Agung selalu berupaya meningkatkan kerjasama dengan pengadilan negara sahabat, salah satunya dengan Hoge Raad Kerajaan Belanda, mengingat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh.

Demikian sambutan yang disampaikan Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali ketika menerima kunjungan delegasi Hoge Raad Belanda pada Kamis (19/5) siang bertempat di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta. Dalam kesempatan yang sama Ketua MA selanjutnya menjabarkan perkembangan MA khususnya dalam penerapan sistem kamar, yang merupakan hasil diskusi panjang dengan Hoge Raad.

Menurut Ketua MA, saat ini MA telah dapat mengurangi tunggakan perkara hingga ke titik terendah sepanjang sejarah. Rapat-rapat pleno kamar juga telah menghasilkan berbagai rumusan hukum guna menjawab permasalahan dalam perkara atau sengketa. Tantangannya di masa mendatang adalah melihat sejauh mana rumusan hukum tersebut dapat menjaga konsistensi dan kesatuan penerapan hukum sebagaimana tujuan sistem kamar.

Delegasi dari Hoge Raad terdiri dari Maarten Feteris (President Hoge Raad), Ernst Numann (Hakim Hoge Raad Kamar Perdata), Bon de Savornin Lohman (Hakim Hoge Raad Kamar Pidana), Theo Groeneveld (Hakim Hoge Raad Kamar Pajak), Hans Storm (Panitera Hoge Raad) dan Ädwin Rotscheid (Direktur Administrasi Hoge Raad).

Dalam kunjungan kali ini pembahasan difokuskan pada 3 substansi utama: penerapan sistem kamar, substansi hukum dan manajemen perkara. Diskusi penerapan sistem kamar dilaksanakan oleh seluruh delegasi Hoge Raad dengan pimpinan MA. Sedangkan diskusi substansi hukum merupakan forum untuk mendiskusikan perkembangan isu-isu hukum tertentu sesuai dengan kapasitas kamar masing-masing. Substansi hukum yang dibahas meliputi hukum pidana, hukum perdata dan hukum pajak. Delegasi Hoge Raad juga dijadwalkan berkunjung ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk melihat proses persidangan pada tingkat pertama dan berdiskusi lebih lanjut tentang menjaga konsistensi penerapan hukum.

Diskusi Manajemen Perkara

Panitera Mahkamah Agung memimpin diskusi tentang manajemen perkara dengan delegasi Hoge Raad Belanda pada Jum’at (20/5) pagi di gedung MA, Jakarta. Diskusi yang mengusung tema manajemen perkara ini diikuti oleh para Panitera Muda Perkara, Panitera Muda Kamar, dan beberapa hakim yustisial MA. Sementara  delegasi  Hoge Raad yang hadir adalah Panitera Hoge Raad Belanda, Mr. Hans Storm dan Direktur Administrasi Mr. A.J. Rotscheid.

hogeraad1Kegiatan diskusi diawali dengan pengantar Panitera MA, Soeroso Ono, tentang sistem penanganan perkara di Mahkamah Agung.  Delegasi Belanda juga diperkenalkan  dengan informasi seputar modernisasi manajemen perkara yang dilakukan oleh Mahkamah Agung.  Informasi tersebut disajikan oleh asisten peserta magang di Hoge Raad Belanda, Rafmiwan Murianeti.

Hans Storm mengapresiasi langkah modernisasi manajemen perkara yang dilakukan oleh MA, khususnya terkait dengan dokumen elektronik berkas kasasi/peninjauan kembali. Storm mengatakan dirinya masih ingat ketika kunjungan dua tahun lalu yang menyaksikan ruangan panitera muda pidana yang dipenuhi dengan berkas perkara. Ia tidak bisa membayangkan jika berkas itu harus digandakan lagi dua kali.

“Dokumen elektronik menjadi solusi, meski implementasinya tidak bisa seketika”, ujar Panitera Hoge Raad Belanda ini.

Selain itu Storm turut menambahkan informasi bahwa putusan Hoge Raad  tidak melakukan pengulangan informasi yang telah dimuat di putusan pengadilan tingkat sebelumnya. Menurutnya, informasi tersebut hanya dirujuk dan dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari putusan, dan materi lengkapnya menjadi lampiran dari putusan. Dengan sistem seperti ini,  putusan Hoge Raad lebih ringkas  dan langsung memuat pertimbangan hukum.

Tindak Lanjut Kunjungan

IMG_3933Sebagai penutup rangkaian kegiatan kunjungan, MA dan Hoge Raad kembali bertatap muka pada Senin (23/5) sore guna membahas rencana tindak lanjut pasca kunjungan ini. Berdasarkan kebutuhan dan kerja sama, serta melihat tingginya atensi para pihak dari kedua lembaga yang terlibat dalam diskusi mendalam pada kunjungan kerja ini, kerjasama antara Mahkamah Agung dan Hoge Raad akan terus berjalan.

Berdasarkan tantangan yang dihadapi MA saat ini, penerapan sistem kamar sedapat mungkin mendorong konsistensi penerapan putusan. MA saat ini telah mengidentifikasi kebutuhan peningkatan pengelolaan data, informasi dan pengetahuan sangat diperlukan guna mencapai itu. Oleh karena itu kerja sama mendatang akan difokuskan untuk pengembangan manajemen pengetahuan yudisial.

Selain itu diskusi tetap akan berlanjut seputar topik penguatan sistem kamar di Mahkamah Agung, termasuk untuk isu-isu manajemen kamar, manajemen pengetahuan, manajemen perkara, dan diskusi berkala terkait substansi hukum yang relevan. Selain itu kedua pihak juga bersepakat untuk meningkatkan komunikasi guna membahas kerja sama.

Selain dengan Hoge Raad Belanda, saat ini Mahkamah Agung juga menjalin kerja sama dan memiliki nota kesepahaman dengan Federal Court dan Family Court of Australia dan Supreme Court of Sudan.(*)

[ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar