Dialog Sangat Penting Bagi Peningkatan Profesionalisme Hakim

Jakarta, PembaruanPeradilan.net

Hal ini mengemuka dalam sambutan Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial Mohammad Saleh ketika membuka secara resmi Simposium Yudisial Indonesia-Amerika Serikat yang diselenggarakan Mahkamah Agung RI bekerjasama dengan US Department of Justice -Office of Overseas Prosecutorial and Development Assistance Training (US DOJ-OPDAT) di Nusa Dua, Bali 25 Oktober 2015.

IMG_20151026_164955

Selanjutnya Moh Saleh juga menyambut baik kerjasama berkelanjutan antara Mahkamah Agung RI dengan pemerintah Amerika Serikat, yang saat ini dilaksanakan dibawah skema kerjasama dengan OPDAT. Kerjasama dengan US DOJ Opdat telah berlangsung cukup lama, bahkan sejak sebelum tahun 2012, dan kali ini mengambil bentuk pelatihan dan dialog antar dua pengadilan. Beliau juga menekankan bahwa hakim-hakim perlu terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme untuk merespon makin kompleksnya perkara-perkara yang diajukan ke pengadilan, dan memberikan keadilan se-adil-adilnya bagi masyarakat.

Pentingnya Pembaruan Hukum

Sementara itu Wakil Duta Besar Amerika Serikat Brian Mc Feeters dalam sambutannya selain menyambut baik kerjasama berkelanjutan ini, juga menyinggung pentingnya kepercayaan dan keyakinan publik untuk memastikan terbentuknya peradilan yang profesional dan mandiri. Menurutnya pekerjaan rumah terbesar yang dihadapi badan peradilan dimanapun berada, adalah bagaimana memperbaiki persepsi publik.

Wakil Duta Besar merujuk kepada hasil survei persepsi publik Transparency Internasional yang masih menempatkan penegakan hukum di Indonesia pada posisi yang kurang baik. Terlepas dari apakah persepsi itu akurat atau tidak, McFeeters menambahkan adalah penting bagi peradilan untuk terus melakukan upaya-upaya aktif untuk memperbaiki kepercayaan publik. Beliau melihat bahwa simposium semacam ini akan sangat penting untuk merintis upaya perbaikan kepercayaan publik.

Wakil Duta Besar menambahkan, bahwa Indonesia, sama seperti halnya Amerika Serikat menghadapi sejumlah ancaman domestik dan internasional, seperti terorisme, ekstrimisme, dan kejahatan transnasional, seperti penangkapan ikan liar (illegal fishing), kejahatan cyber (cybercrime), jual beli satwa liar yang dilindungi (wildlife trafficking) dan kejahatan lingkungan hidup, dan menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat siap untuk mendukung sebisa mungkin pemerintah RI dalam memerangi ancaman-ancaman tersebut.

Simposium Dengan Topik-Topik Kontemporer

Simposium Hakim Indonesia-Amerika Serikat ini membicarakan berbagai topik kontemporer dalam bidang hukum dengan skema ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelompok. Topik yang dibicarakan meliputi masalah Disparitas Putusan dan kemungkinan aplikasi sentencing guidelines pada perkara pidana, issue pra peradilan, eksekusi putusan pengadilan, manajemen perkara terorisme, mediasi dan penyelesaian sengketa alternatif.  Diharapkan simposium ini bisa mengeluarkan rekomendasi

Awal terkait dengan issue tersebut, yang diolah dari dialog antara para peserta dengan hakim Amerika Serikat dengan masukan dari para nara sumber. Tidak kurang 47 peserta hadir yang merupakan Ketua atau Wakil Ketua Pengadilan Negeri dari seluruh wilayah di Indonesia.

Dari sisi Peradilan Amerika Serikat, hadir Judge Ann C Williams (7th Federal Circuit Court Boston), Judge Leslie Kobayashi (US District Court Hawaii), Judge John Lee (US District Court, Nothern Illinois), Judge Susan N Burke (State Court of Minnesota), Donaldh Graham US District Court Southern District Court of Florida) yang secara bergiliran membagi pengalaman mereka dalam menangani topik-topik yang dibicarakan, selain juga terlibat dalam dialog interaktif dengan para peserta.

Dari Mahkamah Agung, tidak kurang Hakim Agung Artidjo Alkostar (Ketua Kamar Pidana), Hakim Agung Takdir Rahmadi (Ketua Kamar Pembinaan), Hakim Agung Suhadi, Hakim Agung Sultony Mohdally, Hakim Agung Andi Samsan Nganro, Hakim Agung IGA Sumanatha, Panitera Mahkamah Agung RI, Suroso Ono, Roky Panjaitan, SH. (Panitera Muda Pidana Khusus) dan juga I Made Rawa Aryawan (Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta) Gusrizal (Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pudjiastuti Handayani (Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat) hadir sebagai nara sumber.(*)

[as]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar