MA dan FCA Rintis Kerjasama dan Dialog Hukum Maritim

Jakarta, PembaruanPeradilan.net

Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan Federal Court of Australia bersepakat untuk merintis kerjasama dan dialog tentang hukum maritim. Sebagaimana diketahui, MA dan FCA telah mengikat kerjasama di bidang yudisial yang terakhir kali pada Juni 2014 lalu. Peningkatan isu diskusi tentang hukum maritim perlu dilakukan, sehubungan dengan rencana strategis pemerintah terkait dengan prioritas sektor maritim dan kelautan. Presiden Joko Widodo telah secara spesifik memprioritaskan pembangunan sektor maritim dalam mendorong pembangunan, dengan membangun jalur tol laut yang menghubungkan antar pelabuhan dan antar pulau di seluruh Indonesia.

Hal ini terungkap dari diskusi antara delegasi Federal Court of Australia dan pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia hari Rabu (26/11/2014) pagi. Ketua Mahkamah Agung RI Dr HM Hatta Ali, SH., MH menyambut positif tawaran yang diajukan oleh Warwick Soden, Chief Executive Officer/Registrar Federal Court of Australia yang meyinggung peluang untuk meningkatkan kerjasama antar kedua pengadilan dan menyesuaikannya dengan prioritas pemerintah.

Menyambut tawaran tersebut, Ketua MARI yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Wakil Ketua MA bidang Yudisial Mohammad Saleh dan Wakil Ketua MA bidang Non Yudisial Suwardi, Hakim Agung Takdir Rahmadi, Panitera MARI Suroso Ono dan Tim Asistensi Pembaruan Peradilan MARI menyatakan akan mengikutsertakan sebanyak mungkin hakim untuk berpartisipasi dalam dialog tersebut, mengingat kebutuhan pemahaman tentang masalah kemaritiman akan meningkat, seiring dengan pergeseran proritas pemerintah. Selain itu Ketua MARI juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, akan diresmikan Pengadilan Perikanan baru di Ambon.

IMG_20141126_100045(1)

Kerjasama Berkelanjutan Antar Pengadilan

Registrar Warwick Soden menambahkan, bahwa Chief Justice Federal Court of Australia James Allsop merupakan pakar dalam bidang hukum Admiralty (kelautan), Sudah banyak literatur yang beliau hasilkan dalam bidang Hukum Admiralty dan praktek beliau selama menjadi advokat adalah dalam sektor tersebut. Chief Justice Allsop akan sangat senang untuk bisa bertukar pikiran dengan hakim-hakim di Indonesia terkait dengan hukum Maritim. Hal ini seiring dengan kerangka kerjasama antara Mahkamah Agung RI dan Federal Court of Australia yang memuat antara lain peluang untuk mengembangkan pengetahuan, sebagaimana Nota Kesepahaman yang terakhir kali ditanda tangani bulan Juli 2014 di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, lampiran Nota Kesepahaman Kerjasama Yudisial yang ditanda tangani terakhir kali bulan Juni 2014 lalu, menetapkan ruang lingkup kerjasama Mahkamah Agung RI dan FCA yang meliputi :

  • Penataan Ulang Proses Kerja (Business Process Reengineering) dan Manajemen Perubahan: Magang.
  • Meningkatkan Layanan Pengadilan (Mediasi dan Manajemen Perkara)
  • Sumber Daya Manusia dan Keunggulan Pengetahuan (Knowledge Excellence): Akses terhadap Keadilan melalui Gugatan Kelompok.
  • pengembangan keunggulan pengetahuan (knowledge excellence) secara berkesinambungan dan penyediaan dukungan dan saran dari ahli.

Kerjasama ini merupakan bagian dari kerjasama berkelanjutan yang sudah berlangsung satu dasawarsa, dan melibatkan tiga pengadilan, yaitu Mahkamah Agung RI, Federal Court of Australia, dan Family Court of Australia.  Selama ini sudah banyak kerjasama yang dilakukan antar ketiga pengadilan dalam bentuk pertukaran kunjungan, dialog, dan studi lainnya. Secara umum agenda kerja kunjungan kali ini adalah mediasi dan manajemen perkara. Khusus manajemen perkara, merupakan agenda jangka panjang yang penyempurnaan manajemen perkara di Mahkamah Agung yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan perkara, pada bulan September 2014 lalu FCA menerima 4 orang asisten pada MARI untuk melakukan praktek kerja di FCA untuk meningkatkan manajemen perkara.

Kunjungan Kerja Mediasi ke Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi/Tinggi Agama Mataram

Kali ini delegasi FCA terdiri dari Warwick Soden, CEO/Registrar Federal Court of Australia  Sia Lagos, Registrar Federal Court Australia, Melbourne Registry, dan Professor Tim Lindsey, Penasihat AIPJ. Hadir dalam audiensi pagi ini, Matt Duckworth, Luke Arnold dan Irene Insandjaja dari Kedutaan Besar Australia.

Sebelum melakukan audiensi dengan Ketua MARI rombongan terlebih dahulu melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Pengadilan Tinggi/Tinggi Agama Mataram dalam rangka program Mediasi, dan manajemen perkara.

Pada kunjungan kerja tersebut delegasi melakukan dialog dengan jajaran pengadilan negeri dan pengadilan agama di terkait dengan mediasi dan manajemen perkara. Dilakukan juga kunjungan ke Pengadilan Agama Selong, Pengadilan Negeri Mataram, dan Pengadilan Tinggi Mataram untuk melihat bagaimana pelaksanaan sidang termasuk mediasi dilakukan dan implementasi. Kelompok kerja Mediasi juga berkesempatan melakukan dialog dengan pemangku kepentingan dalam seminar tentang peranan pengadilan, pemerintah dan masyarakat dan menyukseskan mediasi, dengan peserta adalah jajaran pengadilan se-Mataram, jajaran pemerintah daerah dan masyrakat yang diwakili oleh akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.(*)

[as]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar