Kerjasama Antar Instansi Wujudkan Identitas Hukum Masyarakat

Karawang, PembaruanPeradilan.net

Lusaeri (48), warga Desa Sukakerta Kabupaten Kerawang tersenyum bahagia saat menerima akta nikah dan akta kelahiran anaknya. Selama 25 tahun menikah, baru kali ini Lusaeri mendapatkan pelayanan pendaftaran nikah. Lusaeri merasa bahagia karena akhirnya  bisa mewujudkan mimpi anaknya untuk mengenyam pendidikan. Selama ini ia selalu mengalami kesulitan karena pernikahannya belum diakui secara resmi oleh Negara.

2014623111301“Ya namanya orang kampong ya, terpenting sudah nikah, dan keluarga dan tetangga-tetang saya tahu bahwa saya sudah nikah dengan istri saya, ya tidak perlu melapor lagi. Tapi dengan adanya program dari pemerintah, pengadilan, dan bantuan dari Australia akhirnya kami bisa mengurus akta nikah dan akta kelahiran”, kata Lusaeri saat ditemui di sela-sela sidang Itsbat Nikah di Desa Sukakerta, kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin (23/6).

Hal serupa dialami Supriyatna. Menikah pada tahun 1992, Supriyatna tidak mengurus pendaftaran nikah di kantor dinas catatan sipil karena tidak ada biaya dan urusannya susah.

Senyum bahagia masyarakat desa Sukakerta ini mengembang setelah mengikuti Sidang Isbat Nikah massal yang merupakan kegiatan Pelayanan Hukum terpadu antara Pengadilan Agama, Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Yudisial atara Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) dan Family Court of Australia. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung Widayatno Sastro Hardjono, Hakim Agung I Gusti Agung Sumanatha, Chief Justice Family Court Australia Diana Bryant. Mereka diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Teddy.

2014623133221Diskusi Identitas Hukum

Usai meninjau sidang pelayanan terpadu, rombongan MA RI dan Family Court of Australia ditemui Bupati Karawang, Ade Swara untuk berdialog seputar proses pelayanan terpadu di Karawang. Dalam sambutannya, Ade menjelaskan bahwa jenis pelayanan seperti ini sangat penting karena masyarakat yang belum miliki identitas, akan sangat terbantu dalam memperoleh identitas hukum.

Menurut Chief Justice Diana Bryant, kerjasama yang sudah berjalan kurang lebih 10 tahun ini bermanfaat membantu dan meningkatkan meningkatkan kinerja hakim dengan memperbaiki sistem pelayanan, membantu masyarakat kurang mampu dalam memberikan keadilan dan mendapatkan identitasnya. Dengan menghilangkan semua hambatan kepada keadilan, lanjut Chief Justice Bryant, pengadilan-pengadilan Indonesia telah menyaksikan kenaikan signifikan kemampuan kaum perempuan, kaum miskin, dan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil untuk mengakses pengadilan  dalam urusan hukum keluarga.

Sementara itu, Koordinator Tim Pembaruan Peradilan yang juga Ketua Kamar Pembinaan MA Widayatno Sastrohardjono mengatakan, Mahkamah Agung melalui pengadilan agama melakukan identifikasi berbagai masalah yang dihadapi untuk menyelesaikan masalah identitas di masyarakat. Pada tahun 2012, MA mendorong untuk memastikan adanya akta perkawinan dan kelahiran. Peran pengadilan masih sangat penting untuk melegalisasi perkawinan. Dengan demikian, lanjut Koordinator Tim Pembaruan, salah satu cara yang dilakukan Mahkamah Agung adalah dengan meningkatkan anggaran dan realisasi sidang keliling serta membebaskan biaya perkara bagi masyarakat yang kurang mampu. Widayatno mengharapkan, bulan depan pelayanan sidang keliling lebih baik lagi.

Turut hadir menjadi salah satu pembicara adalah Kepala Subdirektorat Perkawinan Perceraian Direktorat Pencatatan Sipil, Christina Lilik Sudarjail yang menyoroti status anak yang lahir di luar nikah. Menurut Christina, sangat banyak anak yang tidak memiliki bapak dan tidak bisa mendapatkan akte kelahiran. Christina mendorong agar hak anak-anak yang tidak memiliki ayah seperti mereka pun harus diperhatikan.

“Pelayanan terpadu seperti ini juga seharusnya tidak hanya menyentuh masyarakat yang beragama muslim, tetapi juga masyarakat Indonesia yang beragama non-muslim”,katanya.(*)

[ya/aj]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar