Catatan dari 6th International Conference on the Training of the Judiciary

Washington-Amerika Serikat, PembaruanPeradilan.net

International Organization of the Judiciary Training (IOJT) bekerjasama dengan National Center for Court States (NCSC) menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Pelatihan Bagi Badan Peradilan yang Ke-6 dengan tema utama “Judicial Excellence Through Education” pada 3-7 November 2013 di Washington DC, Amerika Serikat.  Mahkamah Agung diwakili oleh delegasi yang terdiri dari Ketua Kamar Pembinaan sekaligus Koordinator Tim Pembaruan Peradilan, Widayatno Sastrohardjono dan Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil, Siti Nurdjanah.

Konferensi IOJT memiliki misi penegakan hukum (rule of law) dengan memberikan dukungan terhadap lembaga pendidikan yudisial.  IOJT memiliki nilai bahwa salah satu unsur terpenuhinya rasa keadilan dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengadilan adalah terlaksananya pendidikan yudisial yang profesional.

Foto 20131104 - IOJT Conference Washington

Agenda pembahasan dan diskusi konferensi diawali dengan pentingnya kepemimpinan efektif dalam pelaksanaan pendidikan yudisial yang profesional.  Kepemimpinan yang kuat diperlukan agar terdapat dukungan kelembagaan, pemangku kepentingan dan politisi terhadap lembaga pendidikan yudisial.  Hal ini diperlukan agar lembaga tersebut mendapatkan pendanaan yang memadai, dipimpin oleh orang-orang terbaik dan dilaksanakan oleh orang-orang yang kompeten.

Topik lain yang dibahas adalah keahlian kepemimpinan bagi hakim, keahlian kepemimpinan bagi judicial educator, pendidikan yudisial sebagai agen perubahan, dan pengembangan teknologi bagi pusat pendidikan.

Konferensi diikuti oleh sekitar 250 orang peserta dari sekitar 30 negara.  Indonesia baru pertama kali mengikuti konferensi ini.  Peserta berasal dari pengadilan dan lembaga pendidikan yudisial baik yang berstatus pemerintah, nirlaba ataupun langsung yang berada di bawah badan yudikatif.  Hakim dan judicial educators merupakan profesi dominan yang hadir sebagai peserta.

Konferensi ini juga merupakan ajang efektif untuk memperluas jaringan di bidang pendidikan yudisial yang ternyata telah menjadi profesi tersendiri di beberapa negara maju, seperti Amerika, Canada, Belanda, New Zealand, Australia dan Inggris.

Turut hadir mendampingi delegasi Mahkamah Agung RI adalah Fifiek Mulyana –Tim Asistensi Pembaruan Peradilan dan Sari Seruni –Konsultan Pendidikan C4J.(*)

[fm/ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar