Sekilas Dari Conference of Chief Justice of Asia and The Pacific

…Thus, the doctrine of independence of judiciary originated not to protect the Judges per se but to safeguard the function rendered by them, hence, an independent judiciary is indeed the repository of the confidence of people…

(Chief Justice P Sathasivam Supreme Court of India)

Foto 20131028 Asia Pacific CJ Meeting

Singapura, PembaruanPeradilan.net

Pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2013 perwakilan dari 42 peradilan di regional Asia dan Pasifik, 32 diantaranya adalah Ketua Mahkamah Agungnya, berkumpul di Singapore untuk menghadiri konferensi Dua Tahunan Para Ketua Mahkamah Agung yang tahun ini diselenggarakan oleh Supreme Court of Singapore.  Acara ini istimewa karena di Singapura sendiri acara ini merupakan pertemuan para Ketua Mahkamah Agung terbesar yang pernah ada selama ini. Acara ini mengambil tempat di auditorium Supreme Court of Singapore. Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia diwakili oleh Hakim Agung Prof Dr Takdir Rahmadi, SH., LLM dan Hakim Agung IGA Sumanatha, SH., MH didampingi oleh Koordinator Tim Asistensi Pembaruan, Aria Suyudi, SH., LLM

Tahun ini topik konferensi meliputi Integritas, Kemandirian, Keterbukaan, Dukungan kepada Perdagangan dan Pembangunan, Akses terhadap Keadilan. Setiap yurisdiksi diminta untuk memaparkan topik-topik tersebut untuk kemudian dikomentari oleh yurisdiksi lainnya sebelum dibahas secara terbuka dalam forum.

Dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Senin pagi 27 Oktober 2013, yang merupakan sekaligus pembukaan Konferensi Law Asia, Chief Justice Singapura, Sundaresh Menon menekankan pentingnya bagi yurisdiksi Asia Pasifik untuk mengharmonisasikan hukum bisnis mereka, untuk mendorong perdagangan dan investasi global, langkah pertama bisa dimulai dengan upaya untuk mengharmonisasikan undang-undang tentang penegakan putusan pengadilan, yang kemudian dapat disusul dengan harmonisasi hukum acara penyelesaian sengketa dan kemudian hukum bisnis mereka.

Chief Justice Singapura, Sundaresh Menon selanjutnya mengusulkan agar suatu konferensi global tentang internasionalisasi hukum bisnis dapat diadakan segera di Asia untuk memulai dialog tersebut, sambil menambahkan, bahwa saat ini Singapura sedang mempertimbangkan dibentuknya Singapore International Commercial Court sebagai sarana untuk mengakomodasi harmonsisasi hukum bisnis secara internasional.

Integritas dan Kode Etik

Dalam acara konferensi itu sendiri, Delegasi RI memperoleh porsi untuk membahas Presentasi Chief Justice Republik Rakyat China YM Zou Qiang bertajuk  “Chief Justice Role in Fostering Individual and Institutional Integrity: The importance of Modern, Interactive Continuoing judicial Education and Development”.

Chief Justice RRC menegaskan, bahwa dalam penegakan integritas individu dan institutional, pengadilannya melaksanakan 5 (lima) strategi, yaitu 1) pelarangan untuk menerima undangan makan malam atau hadiah dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam perkara, 2) larangan untuk memiliki hubungan yang dekat dengan advokat, 3) larangan untuk mencampuri perkara yang ditangani oleh hakim lain, 4) larangan untuk mencari keuntungan dari tugas-tugas, pelelangan, atau kegiatan lainnya, dan 5) larangan untuk membocorkan informasi terkait dengan pelaksanaan persidangan.

Dalam tanggapannya, Hakim Agung IGA Sumanatha menekankan, bahwa pada prinsipnya strategi yang telah ditempuh pengadilan RRC adalah kurang lebih sama dengan Indonesia. Khusus untuk Indonesia, dipaparkan bahwa materi kode etik dan perilaku telah diarusutamakan sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari materi pelatihan berkelanjutan. Sebagai contoh, pada pendidikan calon hakim di Indonesia, etik dan perilaku diberikan sebagai komponen yang disertifikasi, dengan harapan bahwa para hakim bisa memahami betul konsep dan aplikasi kode etik dan perilaku di lapangan.

Konferensi ini juga akan memuat acara pemaparan aplikasi manajemen perkara E-Litigation, Case Management dan fasilitas pada gedung Supreme Court Singapura, selain juga kunjungan ke Changi Prison bagi para pimpinan delegasi. Informasi lebih jelas tentang konferensi ini dapat diakses pada url http://www.cjconference2013.org

Selanjutnya Mahkamah Agung Singapura berencana untuk melanjutkan acara ini dengan Konferensi Asia Pacific Judicial Reform Forum (APJRF) yang juga akan diselenggarakan oleh Supreme Court of Singapore pada tanggal 31 Oktober sampai 1 November 2013 yang akan datang. (*)

[as]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar