MA Mendapat Kunjungan Dari University of Washington Seattle

Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non-Yudisial Ahmad Kamil pada Jumat (4/10/2013) pagi menerima kunjungan kehormatan (courtessy visit) dari rombongan Fakultas Hukum Universitas Washington Seatle. Rombongan terdiri dari Professor Patricia C Kuszler MD., JD Associate Dean for Academic Adminsitration, Professor Toshiko Takenaka, PhD yang juga Direktur CASRIP, Law, Technology & Art Group.

Rombongan didampingi oleh Prof Erman Radjagukguk, SH., LLM., PhD sebagai salah satu pemegang penghargaan distinguished alumny Washington University. Penghargaan ini dianggap bergengsi bagi alumni Universitas Washington yang juga dianugerahkan ke William H Gates Senior, ayah dari Bill Gates Junior, pendiri raksasa bisnis software Microsoft.

Foto 20131004 Kunjungan Univ Washington

Beasiswa Summer Course

Dalam kesempatan Wakil Ketua Mahkamah Agung RI didampingi oleh Ketua Kamar Pembinaan dan anggota Tim Asistensi Pembaruan Peradilan. Salah satu topik pembicaraan adalah mengenai program studi ilmu hukum di University of Washington yang menawarkan banyak variasi dan program yang banyak diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk kalangan yudisial dari berbagai negara termasuk di wilayah Asia.

Prof Takenaka sebagai direktur CARISP menginformasikan bahwa pusat studi yang dipimpinnya menawarkan beasiswa untuk menghadiri Summer Course selama satu bulan untuk topik Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Program sudah berjalan cukup lama, dan dihadiri oleh banyak peserta dari berbagai negara.

Prof Takenaka menawarkan apabila Mahkamah Agung setuju untuk mengirimkan hakimnya untuk menghadiri course tersebut, maka course akan diselenggarakan selama satu bulan dengan periode 2,5 pekan di Seattle serta satu pekan di Washington DC untuk berdiskusi dengan hakim Patent pada Court of Appeal Amerika Serikat dan San Fransisco.

Perlunya Membangun SDM yang Memiliki Kemampuan Komprehensif

Wakil Ketua Bidang Non Yudisial memberikan positif tawaran ini dan menyatakan akan mendiskusikannya secara internal. Selanjutnya dirinya menyatakan bahwa penting bagi hakim-hakim Indonesia untuk memahami betul dinamika dan perkembangan berbagai sistem hukum. “Karena batas-batas antara sistem hukum makin menghilang dewasa ini,” terangnya.

Hal serupa juga diamini oleh Prof Kuszler yang menyatakan bahwa saat ini mahasiswa Fakultas Hukum UW Seattle diwajibkan untuk

mengambil kuliah perbandingan tata hukum Civil Law, Hukum Islam dan sebagainya.

Sebagai penutup Wakil Ketua MA menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya atas tawaran ini dan menyatakan bahwa ke depannya koordinasi dapat dilakukan melalui Tim Asistensi Pembaruan Peradilan.(*)

[as]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar