Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama

Ketua Mahkamah Agung RI di dampingi Dirjen Badilag dalam peringatan 130 Tahun Peradilan Agama di Jakarta (17/9/2012)

Jakarta, PembaruanPeradilan.net

Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI genap berusia 130 tahun pada 2012 ini yang disandarkan pada tonggak berdirinya lembaga peradilan agama pada masa Hindia Belanda pada 1882. Acara puncak peringatan 130 Tahun Peradilan Agama tersebut digelar dalam bentuk sarasehan pada Senin malam (17/9/2012) di Jakarta.

Menurut Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, acara inti puncak peringatan tersebut adalah presentasi perjalanan peradilan agama yang dibawakan oleh mantan Ketua MA Bagir Manan dan mantan Wakil Ketua MA Syamsuhadi Irsyad. Ketua MA M. Hatta Ali juga memberikan pidato arahannya yang dilanjutkan dengan laporan Dirjen Badilag sendiri.

Ketua Mahkamah Agung RI di dampingi Dirjen Badilag dalam peringatan 130 Tahun Peradilan Agama di Jakarta (17/9/2012)

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh warga Badilag (Badan Peradilan Agama –red),” ucap Ketua MA M. Hatta Ali yang selain itu juga memberikan dukungannya atas segala langkah taktis dan strategis yang dilakukan oleh Peradilan Agama.

Ketua MA memiliki catatan tersendiri atas langkah-langkah yang dilakukan oleh peradilan agama. Di mulai dengan apresiasi peningkatan peradilan agama terutama dalam bidang keterbukaan informasi, kemudahan akses dan transparansi, hingga penggunaan teknologi informasi dalam memudahkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.  Dirinya yakin di masa mendatang peradilan agama akan semakin eksis di nusantara.

“Saya percaya bahwa dengan komitmen dan kerja keras peradilan agama dapat semakin eksis menjadi peradilan yang modern,” ujarnya.

Meski demikian, Ketua MA mengingatkan kepada warga peradilan agama untuk tetap mawas diri. Sebab, menurutnya, setiap langkah menuju perubahan yang baik pasti mendapat tantangan dan ujian. “Pepatah mengatakan, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa,” Hatta Ali menambahkan.

Peringatan yang mengusung “Dari Serambi Masjid ke Serambi Dunia Menuju Badan Peradilan Indonesia yang Agung” ini sesungguhnya berisi serangkaian kegiatan selama tahun 2011 dan 2012. Beberapa kegiatan tersebut adalah perlombaan pelaksanaan program prioritas reformasi birokrasi dan pembaruan peradilan,  penulisan dan penerbitan buku-buku, peresmian galeri 130 tahun Peradilan Agama, kegiatan lokakarya dan puncaknya kegiatan sarasehan.

Momen ini juga dipakai untuk meluncurkan 15 buku, Laboratorium SIADPA, Laboratorium SIMPEG dan Galeri 130 Tahun Peradilan Agama yang dilakukan oleh Ketua MA. Selain itu, Ketua MA secara resmi meluncurkan penayangan video perjalanan 130 tahun peradilan agama yang dikemas dengan baik.

Sebelum peringatan puncak dimulai, diadakan kegiatan bimbingan teknis dan lokakarya yang diikuti oleh para ketua pengadilan agama dan para hakim.  “Siang hari mereka melakukan rapat, bimtek atau lokakarya, sedangkan malam hari mereka mengikuti acara puncak peringatan 130 tahun peradilan agama,” ungkap Dirjen Badilag.

Banyak pihak diundang oleh Ditjen Badilag untuk menghadiri acara ini. Tercatat kehadiran para Pimpinan MA, Hakim Agung, para pejabat di lingkungan MA, sesepuh dan tokoh-tokoh peradilan agama serta berbagai pihak dari kementerian/lembaga, organisasi masyarakat dan mitra-mitra Badilag.

Salah satu pembicara dalam sarasehan yaitu mantan Ketua MA Bagir Manan. Dirinya memberikan penjelasan dari perspektif lain terkait perjalanan dan sejarah peradilan agama. Selain itu guru besar ilmu hukum itu berpesan bahwa hakim harus menjauhi segala keserakahan. Secara khusus pesannya bagi hakim agama adalah agar selalu tawadhu.

“Hakim agama harus selalu tawadhu, rendah hati, tapi jangan sampai rendah diri,” pesannya.(*)

[ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar