MA Nepal Apresiasi Pembaruan MA RI

Hakim Agung Takdir Rahmadi didampingi Tim Asisten Pembaruan Peradilan foto bersama delegasi MA Nepal di Gedung MA, Jumat (14/9/2012)
Wakil Koordinator Tim Pembaruan Peradilan, Hakim Agung Takdir Rahmadi didampingi Tim Asisten Teknis foto bersama delegasi MA Nepal di Gedung MA, Jumat (14/9/2012)

Jakarta, PembaruanPeradilan.net

Mahkamah Agung mendapat kehormatan menerima kunjungan kerja dari delegasi Supreme Court Nepal pada Jumat (14/92/2012) pagi. Mahkamah Agung Nepal  memberikan apresiasi kepada Mahkamah Agung RI atas pencapaian dalam program-program reformasi dan pembaruan peradilan.

Hakim Agung Nepal Hon. Mr. Kalyan Shrestha menceritakan bahwa MA Nepal juga melaksanakan program-program pembaruan, walaupun belum sejauh apa yang dilakukan oleh MA RI. Menurutnya, ada pendekatan yang berbeda dibanding apa yang telah MA RI lakukan dengan menyertakan peran masyarakat sipil dalam proses pembaruan peradilan MA RI.

“Menurut kami MA RI telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan pendekatan dan komunikasi yang baik dengan unsur masyarakat sipil,” apresiasi Hakim Agung Nepal tersebut.

Ditambahkan olehnya, program pembaruan peradilan di MA RI telah terencana dengan sangat baik dengan melibatkan banyak unsur. “Hal baik inilah yang perlu kami pelajari, misalnya sejauh mana peran dan keterlibatan unsur masyarakat dalam proses pembaruan,” sambungnya.

Hakim yang bergabung dengan MA Nepal pada 2005 itu juga menceritakan bahwa pada masa ia baru bergabung dengan MA Nepal, juga dihadapkan dengan kondisi tunggakan perkara yang mencapai 20.000 perkara. Keadaan yang hampir sama  dengan  yang dihadapi MA RI pada awal masa pembaruan . Perkara yang tergolong sebagai tunggakan perkara adalah perkara yang berusia lebih dari dua tahun.

“Strategi penyelesaiannya dengan membagi perkara tunggakan tersebut ke dalam panel-panel khusus untuk diselesaikan sebagai prioritas,” jelas.

MA Nepal secara struktural terdiri dari dua panel yaitu perdata dan pidana, ditambah satu panel yang berwenang atas isu-isu konstitusional.

Berbagi Pengalaman

Kalimat-kalimat apresiasi tersebut disampaikan Hon. Mr. Kalyan Shrestha menanggapi paparan terkait proses pembaruan peradilan di Mahkamah Agung RI sejak 2003 hingga 2012 ini. Ketika dimulai pada 2003, hal yang dilakukan oleh MA adalah implementasi Cetak Biru Pembaruan yang salah satunya adalah penyatuan sistem administrasi yang ada pada Kementerian Hukum ke dalam organisasi Mahkamah Agung.

Sejak saat itu inisiasi-insiasi program pembaruan peradilan terus diimplementasikan dan ketika pada 2007 Mahkamah Agung mulai melakukan publikasi dokumen putusan di internet yang dilanjutkan dengan pengembangan sistem informasi perkara pada tahun 2010. Hingga 2012 ini tercatat basis data MA memiliki lebih dari 240.000 publikasi putusan.

Selain hal terkait manajemen perkara tersebut, MA juga berbagi pengalaman terkait penerbitan kebijakan Sistem Kamar pada Mahkamah Agung untuk tujuan konsistensi putusan dan percepatan penyelesaian perkara.

“Karena yang paling sering diminta oleh masyarakat adalah terkait konsistensi putusan, penyelesaian perkara yang lebih cepat  serta independensi hakim dalam memutus,” jelas Hakim Agung Takdir Rahmadi.

Dalam sesi diskusi terlihat bahwa delegasi MA Nepal sangat tertarik terkait dengan peran masyarakat sipil dalam proses implementasi program pembaruan peradilan. “Kami sangat ingin tahun sejauh mana peran dan bagaimana mengelola hubungan dengan masyarakat sipil,” tanya Shreekrishna Mulmi, Research Officer, National Judicial Academy of Nepal.

“Ada unsur masyarakat sipil yang bekerja di luar MA dan ada juga yang bekerja di dalam MA bersama-sama staf untuk sama-sama mengimplementasikan program pembaruan tapi terbatas pada aspek manajemen,” jawab Wiwiek Awiati dari Tim Asistensi Pembaruan Peradilan.

Delegasi MA Nepal yang berkunjung kali ini adalah Hon. Mr. Kalyan Shrestha, Justice-Supreme Court; Hon. Mr. Til Prasad Shrestha, Judge-Court of Appeal; Hon. Mr. Mahesh Prasad Pudasaini, District Judge; Mr. Shreekrishna Mulmi, Research Officer-National Judicial Academy; Mr Sanjib Rai, Research Officer-NJA, Mr Ratnakaji Shrestha-ICJ Nepal.

Selain berdiskusi terkait program pembaruan peradilan dengan MA RI, delegasi MA Nepal juga  berkunjung ke Badan Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan MA RI di Puncak, Bogor untuk bertukar pengalaman terkait pendidikan hakim.(*)

[ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar