Berbagi Pengalaman Penetapan Kelahiran PN Stabat

Sidang permohonan penetapan pencatatan kelahiran yang dilakukan PN Stabat dalam sidang keliling di Kantor Kecamatan Gebang, Kab. Langkat, Kamis (20/9/2012)
Sidang permohonan penetapan pencatatan kelahiran yang dilakukan PN Stabat dalam sidang keliling di Kantor Kecamatan Gebang, Kab. Langkat, Kamis (20/9/2012)

Langkat, PembaruanPeradilan.net

Masyarakat Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara, khususnya yang belum memiliki akta kelahiran, dapat merasa lega. Pasalnya, berkat koordinasi setiap pihak yang berkepentingan, masyarakat kini dapat lebih mudah mendapatkan penetapan pencatatan kelahiran yang melewati batas waktu satu tahun dengan proses yang sederhana dan biaya yang dapat ditekan seminimal mungkin.

Sebagai salah satu lembaga yang berkepentingan, Pengadilan Negeri Stabat di Kabupaten Langkat melakukan terobosan dalam memberikan layanan permohonan penetapan akta kelahiran yaitu dengan melaksanakan kegiatan “Sidang Satu Hari” untuk memberikan pelayanan penetapan akta kelahiran bagi masyarakat khususnya lapisan miskin dan marginal. Kegiatan ini sendiri merupakan bukti nyata keberhasilan koordinasi antara Pengadilan Negeri dengan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, Bank BRI serta PT Pos.

“Saat ini dengan terbitnya SEMA No.6 Tahun 2012, maka terobosan yang pengadilan kami lakukan telah mendapatkan justifikasi dan legitimasi dari pimpinan,” ujar Ibu Diah Sulastri Dewi, Ketua Pengadilan Negeri Stabat di ruang kerjanya pada Kamis (20/9/2012).

Secara umum, SEMA yang ditandatangani Ketua Mahkamah Agung pada tanggal 6 September 2012 tersebut berisikan arahan kepada setiap pengadilan negeri untuk melaksanakan koordinasi dengan kantor dinas yang memiliki tupoksi penerbitan akta kelahiran. Tujuannya, agar ada percepatan penerbitan akta kelahiran dan kemudahan khususnya bagi masyarakat miskin dan marginal. Karena SEMA juga memberikan kebolehan pelaksanaan sidang keliling dan penggunaan mekanisme pembebasan biaya perkara (prodeo) bagi pengadilan melakukan penetapan permohonan.

“Sidang Satu Hari” merupakan kegiatan yang digagas oleh Pengadilan Negeri Stabat bekerja sama dengan Kantor Dinas Catatan Sipil setempat beserta lembaga jasa keuangan (Bank BRI) dan PT Pos. Secara teknis kegiatan ini bertujuan agar penerbitan akta kelahiran segera setelah mendapatkan penetapan dari pengadilan dalam hari dan tempat yang sama. Secara teknis telah dibuat formulir baku, daftar pertanyaan bagi saksi dan prosedur lainnya untuk memastikan tujuan tercapai.

Sidang Keliling di Kantor Kecamatan Gebang

Salah satu kegiatan Sidang Satu Hari yang dilaksanakan oleh PN Stabat dilaksanakan dengan mekanisme sidang keliling yang pada Kamis (20/9) dilaksanakan di Kantor Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Secara khusus Ketua PN Stabat mengajak serta delegasi dari Tim Asistensi Pembaruan MA, Familiy Court of Australia – Leisha Lister, AusAID – Rachael Moore, AIPJ-AusAID – Nicola Colbran dan Cate Sumner serta World Bank – Sonja Litz yang sedang berkunjung ke PN Stabat, untuk mengikuti kegiatan sidang keliling.

Sidang keliling yang dilaksanakan satu hari penuh tersebut berhasil memproses 58 permohonan dengan lima di antaranya dengan mekanisme prodeo dan langsung mendapatkan akta kelahiran yang diterbitkan oleh Kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Langkat. Beberapa permohonan memang belum dapat dikeluarkan penetapannya karena pemohon tidak dapat menghadirkan saksi-saksi yang kompeten untuk menguatkan permohonannya.

Salah satu pemohon adalah Bapak Wajiman yang mendapatkan akta kelahiran bagi anaknya yang sudah duduk di kelas V sekolah dasar. Dirinya mengaku mengeluarkan uang total Rp 171.000,- untuk mendapatkan akta kelahiran yang diakuinya sebagai biaya resmi. “Jumlah tersebut sangat sepadan, sekarang saya memiliki bukti bahwa anak saya adalah betul anak saya,” jelasnya.

Lain lagi yang disampaikan oleh Ibu Masitah Siregar yang mengakui tidak mengeluarkan uang sedikitpun untuk mendapatkan akta kelahiran karena aparat kelurahan di tempatnya tinggal menguruskan melalui mekanisme prodeo. Ia sangat lega karena anaknya telah memiliki akta kelahiran yang dapat digunakan untuk mendaftarkan ke sekolah lanjutan kelak anaknya lulus sekolah dasar.

“Saya berharap program seperti ini terus terlaksana, masih banyak tetangga saya yang belum punya akta kelahiran,” harap ibu yang datang bersama anaknya.

Pada satu sisi, proses penetapan dan penerbitan akta kelahiran yang cepat, mudah dan berbiaya ringan memang sangat diapresiasi oleh masyarakat. Namun di sisi lain, perlu diperhatikan pula mengenai asas kehati-hatian dalam penerbitan dokumen kelahiran tersebut.

“Saya dukung terobosan ini tapi harus diingat bahwa pelaksanaannya harus ada di dalam jalur hukum, hindari penyeludupan hukum. Jangan sampai niat baik pengadilan menimbulkan hal-hal buruk belakangan,” arah Ibu Ketua Pengadilan Tinggi Medan Marni Emmy Mustofa dalam sesi diskusi di PN Stabat.

Sebagaimana diketahui, peningkatan pelayanan dan akses terhadap keadilan merupakan bagian penting dari agenda pembaruan peradilan yang termaktub dalam Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035. Tak kalah penting, pelayanan publik juga menjadi salah satu area perubahan dalam agenda reformasi birokrasi.(*)

[ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar