Rekomendasi Program Magang Bagi Penyempurnaan Manajemen Perkara

Pembahasan Hasil Magang di FCA pada Rapat Pokja Manajemen Perkara di Bogor (10/08/2012)
Pembahasan Hasil Magang di FCA pada Rapat Pokja Manajemen Perkara di Bogor (10/08/2012)

Jakarta, PembaruanPeradilan.net

Salah satu manfaat dari kerja sama antara Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan Federal Court of Australia adalah program magang bagi tiga orang hakim yustisial Mahkamah Agung di FCA yang telah terlaksana pada Mei 2012 lalu. Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Manajemen Perkara di Bogor pada Jumat (10/8/2012) membahas hasil magang dan rencana tindak lanjutnya.

“Saya harapkan program-program jangka pendek yang dapat dilaksanakan, ya segera laksanakan. Bantuan program yang sudah ada dimaksimalkan,” kata Ketua Muda Pembinaan Widayatno Sastrohardjono dalam rapat Pokja.

Dalam sesi pemaparan hasil magang, dilaporkan bahwa proses modernisasi administrasi pengadilan di FCA berawal dari buruknya kinerja pengadilan yang dilatarbelakangi tingginya tunggakan perkara dan waktu penyelesaian perkara yang lama. Akibatnya pengadilan memiliki citra negatif.

Proses modernisasi administrasi peradilan di FCA mengadopsi manajemen dunia usaha, yaitu melakukan pembaruan manajemen perkara, penggunaan teknologi informasi dan fokus pada pelayanan pelanggan dalam hal ini adalah para pencari keadilan.

Pembaruan manajemen perkara di FCA dilakukan dengan memberlakukan invidual docket system. Secara umum, prinsip sistem tersebut adalah setiap berkas dialokasikan kepada hakim secara acak. Masing-masing hakim bertanggung jawab mengelola berkas sejak berkas diterima hingga perkara selesai diminutasi. Sistem ini bermanfaat pula sebagai pengukur kinerja individu.

Selain sistem tersebut, pembaruan manajemen perkara di FCA juga mendorong penyelesaian perkara dengan hakim tunggal dan proses secara mediasi.

Modernisasi juga ditempuh dengan pendekatan teknologi informasi yaitu dengan mengadakan sistem registrasi elektronik yang terintegrasi dengan pengiriman berkas yang disebut e-lodgment dan juga pembuatan template putusan.

E-lodgment yang ada di FCA hampir sama dengan sistem komunikasi data pada Direktori Putusan MA, bedanya di e-lodgment yang melakukan entri data adalah para pihak,” jelas Asep Nursobah, salah satu peserta magang.

Sedangkan template putusan di FCA mengadopsi sistem macro yang ada pada Microsoft Office. Putusan di FCA menggunakan nomor paragraf, tujuannya untuk kemudahan identifikasi dan juga untuk otentifikasi ketika putusan dipublikasikan.

Satu hal yang tidak kalah menarik dari pembelajaran di FCA adalah ada standardisasi dokumen. FCA memberlakukan sistem yang disebut Practice Notes, yang berisi pedoman teknis dalam setiap urusan dokumentasi pengadilan.

Beberapa rekomendasi dari peserta magang bagi penyempurnaan manajemen perkara adalah improvisasi sistem informasi perkara khususnya fitur monitoring, memperbaharui pelaporan perkara, memperbaharui map berkas, improvisasi fitur komunikasi data pada Direktori Putusan MA dan menerbitkan aturan standardisasi dokumen perkara.

“Mengenai hasil magang, ada beberapa hal yang bisa diadopsi dan diterapkan maka akan kita terapkan, sehingga utusan magang bermanfaat untuk institusi kita,” kata Hakim Agung Suwardi menutup rapat.

Senada dengan itu, Hakim Agung Suhadi mewanti-wanti apabila penerapan teknologi informasi harus berbeda di setiap pengadilan. Hal ini tidak lain berkaitan dengan kondisi faktual pengadilan  di daerah. “Di pusat, misalnya di MA, hampir tidak ada gangguan listrik, tapi di daerah gangguan listrik cukup sering,” terangnya.

Tiga orang hakim yustisial pada Mahkamah Agung adalah Bambang Heri Mulyono yang berasal dari lingkungan peradilan umum, Subur M.S. yang berasal dari lingkungan peradilan tata usaha negara dan Asep Nursobah yang berasal dari lingkungan peradilan agama yang sekaligus sebagai perwakilan Kepaniteraan MA.

Hasil magang diharapkan dapat menjadi masukan bagi proses penyempurnaan manajemen perkara, khususnya di tingkat Mahkamah Agung. Sebagai rencana tindak lanjut, program magang akan dilaksanakan kembali pada bulan Oktober 2012.(*)

[ya]

Be the first to comment

Tinggalkan Komentar