Direktori Putusan Untuk Percepatan Penyelesaian Perkara

Pelatihan Direktori & Upload Putusan di Medan

Medan, PembaruanPeradilan.net – Dalam rangka sosialisasi SEMA Nomor 14 Tahun 2010 tentang Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali dan sekaligus meningkatkan kepatuhan pengadilan tingkat pertama dan banding terhadap penggunaan database putusan Mahkamah Agung dalam rangka pengiriman berkas Kasasi/PK, Kepaniteraan MARI menggelar rangkaian pelatihan penggunaan aplikasi direktori putusan.

Pelatihan yang berlangsung 2-4 Mei 2012 di Hotel Garuda Plaza, Jl Sisingamanggaraja ini dibuka pada tanggal 2 Mei 2012 jam 20.00 oleh Panitera Mahkamah Agung RI Suroso Ono, SH., MH dengan dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Medan, Ibu DR. HJ. Marni Emmy Mustafa, SH. MH, Sekretaris Kepaniteraan MARI bapak Ali Murat Harahap, SH., PHH., MH, selain itu juga hadir pula Direktur Pranata dan TataLaksana Perdata Sudaryo, SH., MH dan Panitera Muda Perdata Pri Pambudi Teguh, SH., MH.

Pelatihan ini ditujukan utamanya bagi pengadilan-pengadilan yang menurut catatan kepaniteraan MARI belum menggunakan fasilitas aplikasi upload putusan.

Pelatihan dihadiri oleh total 71 orang peserta dari pengadilan tingkat pertama dan banding pada lingkungan hukum PT Banda Aceh, PT Medan, PT Jambi, PT Palembang, PT Tanjung Karang, PT Pekanbaru, PT Bangka Belitung, PT Bengkulu yang terdiri dari para operator, panitera muda yang terdiri dari 58 orang peserta yang didanai oleh DIPA Kepaniteraan MARI, dan 12 orang dari DIPA PN. Tambahan 12 orang dari yang berangkat atas anggaran sendiri menunjukkan tingginya atensi dari pengadilan tingkat pertama terhadap kegiatan upload putusan.

 

Pentingnya Modernisasi Penanganan Perkara

Ketua PT Medan dalam sambutannya menyatakan bahwa SEMA 14/2010 dikeluarkan Mahkamah Agung RI dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses minutasi berkas perkara serta menunjang pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas serta pelayanan publik pada Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Menurutnya SEMA 14/2010 akan sangat membantu Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi, karena semua putusan telah tersedia versi elektroniknya, dan oleh karenanya proses penyelesaian bisa dipercepat, selain juga bisa mengeliminir perbedaan antara putusan dengan dokumen-dokumen aslinya.

“Ini adalah bagian dari manajemen ibadah, yaitu bagaimana membuat semua pihak bisa tenang dalam menunggu diselesaikannya perkara, dan dengan cepatnya putusan diselesaikan, maka para pihak akan bisa makin tenang,” jelas Ibu Ketua Pengadilan Tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Panitera Mahkamah Agung menekankan bahwa saat ini kita tidak bisa mengelak dari perkembangan teknologi, pengadilan mau tidak mau harus siap dengan perubahan yang dibawa oleh teknologi informasi. Sebagai contoh, Panitera MARI mengatakan, bahwa di MA fungsi  register konvensional sudah sedikit mulai ditinggalkan. Sehingga para pejabat MA apabila ingin mencari informasi perkara akan mengandalkan data elektronik yang tersedia pada direktori informasi perkara.

“Karena lebih cepat memberikan response ketimbang informasi register konvensional,” terang Panitera MA.

Selain itu Panitera MARI juga menekankan bahwa Informasi perkara adalah program unggulan dan oleh karenanya diikutsertakan daalam lomba nasional Open Governance Initiatives sebagai salah satu inovasi layanan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung untuk berkompetisi dengan inovasi layanan publik dari kementrian/lembaga lainnya. Maka, adanya fakta bahwa masih ada 158 pengadilan yang belum menggunakan data ke direktori putusan sungguhlah memprihatinkan.

“Kepaniteraan akan memonitor terus hasil pelatihan ini, dan apabila memuaskan, maka model ini akan dijadikan percontohan dan diperluas ke wilayah lainnya,” dirinya memberi arahan.

 

Keseriusan Kepaniteraan Dalam Mendorong Keberhasilan Upload Putusan

Bagi kepaniteraan MARI program upload putusan memang merupakan suatu program unggulan, selain diajukan sebagai salah satu inisiatif pada Open Government Initiatives, program upload putusan berdasarkan SEMA 14/2010 memang akan sangat membantu proses penyelesaian perkara. Menurut Koordinator Data Perkara Kepaniteraan MARI, Asep Nursobah, S Ag, pelatihan di Medan ini merupakan bagian pertama dari rangkaian dua kali sosialisasi yang direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun anggaran 2012. Rencananya program kedua akan dilaksanakan di Surabaya, dalam waktu dekat.

Menurut Asep peserta pelatihan akan menjalani pelatihan dengan metode hands-on experience untuk menggunakan aplikasi database putusan dan langsung meng upload putusan yang dibawanya dari masing-masing pengadilan. Dengan ini diharapkan bahwa selain berlatih, maka peserta juga membawa hasil konkrit yaitu diuploadnya putusan ke direktori putusan. (*)

[as]