MA Luncurkan SIMARI Terintegrasi

Jakarta, PembaruanPeradilan.net – Mahkamah Agung sangat menyadari pentingnya peran teknologi informasi dalam mendukung upaya pencapaian visi misi Mahkamah Agung. Teknologi informasi telah mendukung proses kerja di lingkungan kerja sehingga meningkatkan kinerja Mahkamah Agung dan Pengadilan di bawahnya.

Ketua MA Menyaksikan Demo SIMARI Terintegrasi

 

“Sejak ditetapkannya MA sebagai salah satu proyek percontohan Reformasi Birokrasi sudah banyak prestasi dan pengakuan dari masyarakat yang memberikan penghargaan terkait penerapan TI di MA seperti misalnya Informasi Putusan Perkara, Meja Informasi Pengadilan, Sistem Informasi Administrasi Perkara, Sistem Informasi Pengaduan dan lain sebagainya,” jelas  Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dalam peluncuran Sistem Informasi Mahkamah Agung RI (SIMARI) Terintegrasi di Ruang Wirjono Gedung Mahkamah Agung pada Jumat (27/4/2012).

Ketua MA juga sangat menyambut baik hadirnya Sistem Informasi MA RI Terintegrasi yaitu sebuah sistem informasi yang bertujuan untuk mengintegrasikan sistem informasi – sistem informasi yang sudah ada sebelumnya seperti Sistem Informasi Administrasi Perkara (SIAP), Sistem Informasi Keuangan, Sistem Informasi Kepegawaian dan lain sebagainya.

“Artinya kita harapkan proses Reformasi Birokrasi yang sedang bergulir di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan akan dapat berjalan dengan baik dan lebih cepat lagi kita peroleh hasilnya,” terangnya.

Hatta Ali juga berpesan agar Sistem Informasi Mahkamah Agung RI Terintegrasi ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan terus sesuai dengan Master Plan Sistem informasi Mahkamah Agung RI 2011-2014 yang sudah kita miliki.

Dalam laporannya Kepala Biro Hukum dan Humas Ridwan Mansyur selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa penerapan teknologi informasi di era informasi dan globalisasi ini sudah bukan merupakan hal yang luar biasa lagi di sebuah organisasi, tapi sudah merupakan keharusan agar kita tidak tertinggal dengan dunia diluar dengan demikian pula halnya di lingkungan Mahkamah Agung yang kita cintai ini.

“Saya harapkan komitmen masing-masing unit kirja untuk terus menginput dan mengupdate database pada Sistem Informasi Mahkamah Agung RI (Simari) Terintegrasi ini,” jelas Ridwan Mansyur berpesan.

Terkait hal itu, apabila unit kerja tidak menginput dan mengupdate data maka unit kerja lainnya akan terganggu karena ketidaklengkapan data. Dengan sistem informasi terintegrasi ini data di unit kerja yang satu dapat dimanfaatkan secara bersama oleh unit kerja lainnya tanpa mengetik ulang sehingga data dapat diakses dalam waktu yang cepat, akurat dan tepat.(*)

Sumber : Mahkamah Agung