Berpikir dan Bertindak Di Luar Pakem

Tanri Abeng: Motivasi orang, ubah kultur dan perilakunya.

Jakarta, PembaruanPeradilan.net – Pertemuan Tingkat Tinggi Sistem Manajemen Informasi Perkara yang diadakan pada Senin (12/3/2012) di Jakarta, menghadirkan keynote speech oleh Tanri Abeng. Mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara pada era reformasi ini hadir untuk berbagi pengalaman perubahan ketika memimpin kementerian yang baru dibentuk pada tahun 1998.

Tanri Abeng berbagi pengalaman mengenai perlunya berpikir dan bertindak di luar pakem yang ada, atau lebih dikenal dengan istilah thinking out of the box dalam setiap perubahan.

Menurutnya, sebaik-baik sebuah organisasi (ataupun negara) adalah sebaik pemimpinnya. Sebaik-baik pemimpin adalah sebaik orang-orang yang membantunya yang mampu dikendalikan, dikoordinasikan serta dimemotivasi oleh sang pemimpin.

“Hal yang sulit adalah memotivasi orang-orang agar mengubah kultur dan perilakunya. Selain itu dibutuhkan keberanian oleh seorang pemimpin untuk mengambil keputusan,” jelasnya.

Dalam perubahan sebuah organisasi, penting untuk dipetakan visi misi organisasi tersebut. Selanjutnya menentukan road map, strategi kebijakan serta skema sumber daya manusia. “Jika tidak jelas road map-nya dan tidak jelas arah organisasi, maka anda tidak akan sampai ke mana-mana,” katanya mengutip Henry Kissinger.

Pria kelahiran 1942 itu kerap menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam mengarahkan organisasi. Salah satu tips yang diberikan agar mencapai kepemimpinan yang sukses adalah meningkatkan komunikasi. Menurutnya komunikasi merupakan bagian dari motivasi dan menjadi hal yang penting untuk dilakukan antara pemimpin dengan bawahannya.

“Komunikasi bukan instruksi. Komunikasi adalah two way approach, sehingga membangun dialog serta menghargai keberadaan orang lain,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, seorang pemimpin dan bawahannya harus dipilih dengan mempertimbangkan tiga aspek.

“Seseorang itu harus kompeten di bidangnya, senang untuk melakukan pekerjaannya dan memang dibutuhkan di organisasi tersebut,” terangnya.

Walaupun demikian Tanri Abeng juga mengingatkan setiap langkah yang out of the box harus segera dimasukkan ke dalam sistem, sehingga tidak terjadi kekacauan.

 

Fokus Pada SDM

Dalam sesi diskusi panel, mantan Ketua MA Bagir Manan menjelaskan bahwa perubahan yang dilakukan lembaga peradilan semenjak dirinya masih memimpin MA telah menunjukkan hal-hal yang siginifikan. Sebagai contoh adalah keterbukaan informasi di pengadilan yaitu kemudahan bagi pencari keadilan untuk mendapatkan informasi terkait perkara di pengadilan. Bahkan informasi yang dibutuhkan seperti informasi atau status perkara sudah dapat diakses melalui internet.

Walaupun pengadilan telah melakukan berbagai perubahan, tapi dirinya mengakui ekspektasi masyarakat masih tinggi. Hal ini terkait dengan berbagai masalah yang masih saja menimpa pengadilan, seperti misalnya kualitas putusan hakim, integritas aparatur dan pengawasan.

“Saat ini perubahan perlu fokus pada sektor SDM (sumber daya manusia),” harap Bagir Manan.

Dalam sesi diskusi yang sama, Emisyah Satar berbagi pengalaman perubahan pada organisasi yang dipimpinnya. Dirinya mengakui walaupun pada dasarnya terdapat perbedaan antara PT Garuda yang swasta dengan MA yang lembaga pemerintah.

Akan tetapi dirinya memberi beberapa tips dalam mengelola perubahan, yaitu adanya koalisi, koordinasi dan komunikasi. “Dan yang paling penting adalah adanya trust (kepercayaan),” katanya.(*)

[ya]