Lokakarya Lanjutan Peningkatan Akurasi Informasi Perkara

Jakarta, PembaruanPeradilan.net – Kepaniteraan Mahkamah Agung terus menunjukkan komitmen untuk menyajikan informasi perkara yang akurat dan berkualitas. Informasi perkara yang akurat dan berkualitas turut menunjukkan komitmen Mahkamah Agung pada sektor keterbukaan informasi publik.

Untuk tujuan tersebut, Kepaniteraan kembali mengadakan lokakarya “Peningkatan Kualitas Informasi Perkara” di Tangerang pada Rabu sampai dengan Jumat (15-17/2/2012).

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, sangat terkait pula dengan janji Ketua Mahkamah Agung terpilih yang menghendaki peningkatan integritas pengadilan dalam memberikan pelayanan,” kata Aria Suyudi –Koordinator Tim Asistensi Pembaruan Peradilan membuka kegiatan.

Lokakarya kali ini fokus pada pemetaan masalah penyajian informasi perkara dan pembahasan prosedur pengendalian kualitas (quality control). Selain itu para peserta juga berupaya melanjutkan kegiatan perbaikan data informasi perkara yang salah.

Asep Nursobah  -Koordinator Informasi dan Data Perkara Kepaniteraan MA, dalam kesempatan ini memaklumatkan kembali Surat Keputusan Panitera Mahkamah Agung No.052/PAN/SK/XII/2011 tentang Tim Monitoring Sistem Informasi Perkara Mahkamah Agung. Kebijakan ini menghendaki prosedur pengawasan yang lebih ketat terhadap penyajian informasi perkara yang dilakukan oleh Tim Monitoring tersebut.

“Ini merupakan bukti komitmen pelayanan publik,” tegasnya menyampaikan SK Panitera yang tertanggal 26 Desember 2011 itu.

Dalam lokakarya ini, peserta yang terdiri dari petugas operator pada tiap-tiap Tim, bersepakat untuk memberlakukan prosedur baru dalam penyajian informasi perkara secara Online. Setiap data yang akan disajikan, akan dilakukan pengecekan dan persetujuan publikasi terlebih dahulu oleh petugas lainnya dalam tim yang sama (prosedur pengendalian kualitas).

Sebagai bentuk pengawasan, SK Panitera akan bekerja dan membebankan kewajiban kepada Tim Monitoring untuk melakukan pencocokan data informasi perkara yang tersajikan Online dengan data cetak yang ada pada Kepaniteraan . Hasil pencocokan akan dilaporkan kepada Panitera setiap pekan. Bagi informasi perkara yang tidak lengkap maupun yang berbeda akan ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan.

Selain itu, kegiatan ini juga mencapai tujuannya untuk memperbaiki data informasi perkara yang tidak tepat. “Hampir semua data yang salah telah diperbaiki, hanya sebagian kecil yang belum karena registernya belum ketemu,” kata para peserta kompak.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan AUSAID Australia-Indonesia Partnership for Jusctice (AIPJ). AIPJ berkomitmen untuk memberikan dukungan atas inisiatif-inisiatif Kepaniteraan MA yang telah berjalan baik selama ini dan akan terus memberikan dukungan.

 

Arahan Panitera MA

Dalam kegiatan rapat sebelumnya pada Jumat (10/2/2012) di Gedung MA, Jakarta, Panitera Mahkamah Agung memberikan pembekalan dan semangat kepada para operator. Menurutnya kehadiran operator terlihat kecil, padahal perannya sangat vital karena informasi perkara Mahkamah Agung berawal dari hasil pekerjaan para operator.

“Perannya sangat vital, bahkan rentan penyimpangan yang bernilai ekonomis,” tegas Soeroso Ono mewanti-wanti.

Selain itu Panitera yang baru dilantik Desember 2011 itu kembali mengingatkan akan kewajiban para operator untuk menyajikan informasi perkara sesegera mungkin pasca putusan dibacakan.

“Bila ada kesalahan segera perbaiki, dan berikan keterangan alasan perubahan data informasi perkara tersebut,” katanya mengarahkan.

Rapat ini sedianya mengagendakan sosialisasi prosedur pengendalian kualitas. Namun ternyata dibutuhkan sesi pelatihan dan simulasi khusus terhadap prosedur tersebut yang diselenggarakan pada lokakarya sepekan setelahnya.(*)

[ya]