Ketua MA Terpilih, Reformasi Peradilan Harus Dilanjutkan

Jakarta, PembaruanPeradilan.net – Dalam proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung yang berlangsung Rabu (8/2/2012) ini, M. Hatta Ali terpilih dengan memperoleh 28 suara dari total 54 suara para Hakim Agung. Ketua Muda Bidang Pengawasan ini akan menjabat sebagai  Ketua Mahkamah Agung menggantikan Harifin A. Tumpa yang memasuki masa pensiun pada 1 Maret 2012.

Menurut Peraturan Tata Tertib Pemilihan Ketua Mahkamah Agung yang dibacakan oleh Sekretaris MA Nurhadi, Ketua Mahkamah Agung terpilih adalah hakim agung yang memperoleh suara sebanyak 50% plus satu. Apabila tidak tercapai akan dilakukan pemungutan suara tahap kedua. Namun demikian tidak terjadi pemungutan suara tahap dua.

Hasil pemungutan suara menunjukkan Ahmad Kamil yang menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial memperoleh 15 suara, Abdul Kadir Mappong memperoleh 4 suara, Paulus E. Lotulung memperoleh 1 suara, Muhammad Saleh memperoleh 3 suara dan ada 3 suara tidak sah.

Dalam pidato yang disampaikannya, Hatta Ali berjanji akan menjalankan amanah dan tanggung jawab yang akan dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya untuk menggapai visi Mahkamah Agung sebagai badan peradilan yang agung sesuai Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035.

Dirinya juga menyatakan akan menjalakan program kerja berdasarkan prioritas yang melingkupi pelayanan peradilan terhadap masyarakat, percepatan penyelesaian perkara, pemenuhan rasa keadilan di masyarakat, peningkatan sumber daya manusia khususnya dari segi kualitas.

Pria kelahiran 1950 ini turut menggarisbawahi pentingnya integritas peradilan, khususnya para hakim. “Saya tidak mau mendengar lagi ada hakim-hakim yang melanggar kode etik dan mencoreng lembaga ini,” tegasnya.

 

Reformasi Peradilan Harus Dilanjutkan

Dalam kesempatan yang bersejarah tersebut, Ketua Mahkamah Agung Harifin A. Tumpa memberikan selamat kepada Hatta Ali sebagai Ketua Mahkamah Agung terpilih periode berikutnya. “Ketua baru dipilih melalui sebuah mekanisme yang demokratis dan kekeluargaan, bersama ini saya mengucapkan selamat kepada Ketua MA terpilih,” kata Harifin Tumpa membacakan pidato penutupan Sidang Paripurna Khusus.

Dalam pidatonya tersebut, Ketua MA menggarisbawahi pentingnya kelanjutan pembaruan peradilan yang telah dan terus akan dilakukan oleh MA. Dirinya menegaskan bahwa pengalaman membuktikan bahwa peradilan Indonesia bisa mengubah dirinya sendiri.

“Ini artinya kita menjadi subyek dari sebuah perubahan, karena hanya ada dua pilihan: menjadi subyek perubahan atau diubah oleh pihak lain sehingga kita hanya menjadi obyek perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Ketua MA juga secara eksplisit memberikan “pekerjaan rumah” warisan kepada penerusnya terkait program pembaruan peradilan yang perlu terus menerus disempurnakan. Beberapa program yang dinyatakan olehnya adalah: keterbukaan informasi, sistem kamar, kesatuan hukum, pengikisan tunggakan perkara dan pembatasan perkara, pelayanan dan keterjangkauan pengadilan, komposisi Hakim Agung dan reformasi birokrasi badan peradilan.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Saya percaya, dengan komitmen dan kerja keras, “Badan Peradilan Indonesia yang Agung” adalah hal yang akan bisa dicapai, sehingga pengadilan benar-benar bisa menjadi tempat para pencari keadilan mendapatkan keadilan yang hakiki,” harapnya.(*)

[ya]