Pembaruan Peradilan Malaysia Dimulai Dari Nol

Putrajaya, PembaruanPeradilan.net –  Malaysia memulai pembaruan peradilan dari nol dengan kertas kerja baru yang sama sekali kosong. Model pembaruan dan pengikisan perkara a la Malaysia merupakan proses yang diawali dengan membubarkan pengadilan lama dan dilanjutkan dengan membentuk pengadilan baru. Proses ini dimaksudkan untuk memulai kembali dan dengan sendirinya akan menghilangkan masalah-masalah kompleks yang terlanjur ada di pengadilan yang lama.

Hal demikian disampaikan oleh Ketua Hakim (Chief Justice) Negara Malaysia YM Tan Sri Arifin bin Zakaria dalam acara seremoni Pembukaan Tahun Perundangan (Opening of Legal Year) 2012 di Perdana Hall, Putrajaya International Convention Centre (PICC), pada Sabtu pagi (14/01/2012).

Lebih lanjut Tan Sri Arifin Zakaria menjelaskan capaian-capaian yang dicapai oleh peradilan Malaysia, yaitu antara lain keberhasilan pengikisan tunggakan perkara, implementasi electronic filing (e-kehakiman), hingga keberhasilan New Commercial Court untuk mengikis tunggakan perkara, dengan membentuk New Civil Court pada tingkat peradilan banding.

Dalam sambutannya tersebut, Tan Sri Arifin Zakaria juga membahas masalah tentang mendesaknya mengubah persepsi pengadilan untuk lebih sensitif dalam penanganan perkara lingkungan. Dirinya menyinggung kehadirannya dalam Chief Justice Roundtable On Environment di Jakarta, Desember lalu sebagai dimulainya upaya komprehensif regional terkait dengan upaya untuk mendorong pemahaman lingkungan yang lebih baik di kalangan hakim.

Beliau juga menyinggung kebutuhan serius untuk melakukan reorientasi persepsi penegakan hukum lingkungan di Malaysia. Pria kelahiran 1950 itu memberikan contoh ketika pada 2005 terdakwa penyimpan harimau mati, spesies yang dilindungi, hanya dihukum denda RM 7000. Sementara itu pada 2010, seorang terdakwa pencuri 11 kaleng Bir merk Tiger dipenjara 7 tahun.

“Sangat jelas bahwa ada kesalahan persepsi penegak hukum di sini, tentunya harimau kita sebagai spesies yang dilindungi sangat lebih berharga ketimbang 11 kaleng Bir merk Tiger,” katanya tegas.

Acara Pembukaan Tahun Pengundangan 2012 ini dilaksanakan oleh Mahkamah Persekutuan Malaysia (Federal Court of Malaysia) sebagai tradisi tahunan komunitas hukum dan peradilan di Malaysia yang menurut Divisi  Corporate Communication and International Relations Federal Court of Malaysia dihadiri oleh kurang lebih 700 orang, terdiri dari hakim, pejabat peradilan, praktisi hukum (advokat), serta para ketua Mahkamah Agung negara sahabat.

Upacara ini merupakan bagian dari tradisi yang dimulai dari sistem peradilan Inggris di abad pertengahan, yang masih berjalan sampai saat ini. Di Malaysia acara seremonial ini mulai dilakukan sejak kemerdekaan,  sempat berhenti tahun 2001, tradisi ini terus dilanjutkan di Sabah dan Sarawak, dan baru dilaksanakan kembali oleh Federal Court of Malaysia sejak 2 tahun belakangan. Bagi sistem komunitas hukum dan peradilan Malaysia, upacara ini sangat penting, karena menunjukkan komitmen mereka dalam menjunjung tinggi supremasi hukum.

Acara ini dilanjutkan dengan acara National Justice’s Conference (rapat kerja nasional) pada hakim di Malaysia yang berlangsung di tempat yang sama.

Hadir dalam acara ini Ketua Mahkamah Agung RI Harifin A. Tumpa didampingi oleh Ketua Muda Pidana Khusus Djoko Sarwoko, Ketua Muda Pengawasan HM Hatta Ali dan Ketua Muda Pembinaan Widayatno Sastrohardjono yang berkesempatan untuk memenuhi undangan Ketua Hakim Negara Malaysia. Turut mendampingi delegasi, Koordinator Tim Asistensi Pembaruan, Aria Suyudi.

Selain Ketua Mahkamah Agung RI dan delegasi, hadir pula Ketua Mahkamah Agung Singapura Chief Justice Chan Sek Keong, Ketua Mahkamah Agung Brunei Chief Justice Datuk Seri Paduka Kifrawi Kifli.

Ramah Tamah MA RI – Mahkamah Persekutuan Malaysia

Selepas agenda menghadiri acara Opening of Annual Legal Year 2012, delegasi Mahkamah Agung RI diterima oleh YM Tan Sri Arifin Zakaria di ruang kerjanya di Istana Kehakiman. Dalam kesempatan itu beliau didampingi oleh Presiden Mahkamah Rayuan Malaysia, Tan Sri Dato’ Seri Md Raus Bin Sharif, Hakim Besar Malaya Tan Sri Dato’ Zulkefli bin Ahmad Makinudin dan Hakim Besar Sabah & Sarawak Tan Sri Richard Malanjum.

Pertemuan kehormatan ini membahas hal-hal terkait dengan hubungan dan kerja sama hukum di antara kedua pengadilan, perkembangan terkini terkait isu manajemen perkara, implementasi teknologi informasi, termasuk rencana pelaksanaan konferensi-konferensi yang mungkin dihadiri oleh pimpinan kedua Mahkamah sepanjang 2012.

[AS]

1 Trackback / Pingback

  1. WEBSITE RESMI PN BLANGKEJEREN ~ Kabupaten Gayo Lues – ACEH » » RAMAH TAMAH MAHKAMAH AGUNG-RI DENGAN MAHKAMAH PERSEKUTUAN MALAYSIA

Comments are closed.