Kepaniteraan MA Sosialisasikan Kebijakan Sistem Kamar

Jakarta, PembaruanPeradilan.net – Sejak tanggal 19 September 2011, bertepatan dengan Pembukaan Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung 2011, MA telah memberlakukan mekanisme sistem kamar sebagai upaya penanganan perkara di MA. Salah satu kebijakan pembaharuan yang diamanatkan oleh Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035 tersebut secara formal diberlakukan berdasarkan SK Ketua MA Nomor  142/KMA/SK/IX/2011.

Mekanisme sistem kamar di MA didasarkan pada ide untuk menjaga konsistensi putusan, meningkatkan profesional Hakim Agung, serta mempercepat proses penanganan perkara di MA.

“Kalau dokter ada dokter spesialis, ada rumah sakit spesialis, maka demikian juga hakim agung spesialis,” ungkap Ketua Muda Perdata memberikan ilustrasi pada saat pembukaan kegiatan Sosialisasi Sistem kamar MA RI di Karawaci, Banten pada Minggu (23/10/2011), sebagaimana dikutip dari Kepaniteraan Online.

Ketua Pokja Manajemen Perkara Tim Pembaruan Peradilan ini menggariskan pentingnya monitoring kinerja tim yudisial dalam implementasi sistem kamar.

Menurutnya, Ketua Kamar dapat menarik kembali berkas perkara dari anggota kamar yang bersangkutan apabila setelah lewat waktu 2 (dua) bulan, anggota kamar yang bersangkutan belum memberikan pendapatnya dan selanjutnya Ketua Kamar dapat menunjuk anggota majelis yang baru. Namun ada pengecualian untuk perkara-perkara khusus disesuaikan dengan undang-undang yang bersangkutan.

Standar Operasional

Dalam sesi diskusi pleno sekaligus penutupan yang berlangsung pada Senin malam (24/10), Panitera MA Suhadi menekankan perlunya SOP (standar operasional prosedur) dalam penanganan perkara berdasarkan sistem kamar yang baru berlaku.

Diskusi yang berkembang pada sesi tersebut mengungkap berbagai isu-isu seputar implikasi keberlakuan kebijakan sistem kamar. Beberapa isu tersebut antara lain : perlunya risalah rapat pleno, laporan usia perkara, alur distribusi berkas perkara dari panitera muda perkara kepada panitera pengganti dan penunjukan panitera muda kamar dan panitera pengganti dengan SK KMA.

Atas hasil diskusi tersebut diharapkan oleh Panitera dapat menjadi bahan pembuatan standar operasional oleh Kepaniteraan. Selain itu dirinya berharap, para peserta dalam kegiatan ini telah dapat mendalami materi dan menindaklanjuti isu-isu terkait yang terungkap dalam diskusi.

“Saya berharap dalam pertemuan berikutnya bisa dirumuskan SOP-nya,” harap Panitera dalam pidato penutupan.

Kegiatan sosialisasi sistem kamar ini diselenggarakan oleh Kepaniteraan MA untuk memperkenalkan  sistem kamar di jajarannya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Panitera Muda Perkara, Panitera Muda Tim, dan Panitera Pengganti.(*)

[ya]