MA Tandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Yudisial Dengan FCA dan FCoA

Jakarta, PembaruanPeradilan.net – Ketua Mahkamah Agung RI Harifin A. Tumpa, menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Yudisial dengan Family Court of Australia (FCoA) dan Federal Court of Australia (FCA) di Gedung MA Jakarta pada Kamis (29/09/2011). Delegasi yang menandatangani Nota Kesepahaman dari pihak FCA adalah Chief Justice Patrick Anthony Keane dan dari FCoA adalah Chief Justice Diana Bryant.

“Kerja sama yang dibangun sejak 7 tahun lalu ini semakin menunjukkan kemajuan yang positif. Pada dasarnya kedua Negara menghadapi tantangan yang sama dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan,” tegas Ketua MA dalam pidatonya.

Nota Kesepahaman periode kerja 2011-2012 ini merupakan bagian dari agenda reformasi hukum dan birokrasi di MA sesuai dengan Cetak Biru Pembaruan Peradilan. Nota Kesepahaman memiliki lampiran (Annex) yang berisi rincian kerja sama antara ketiga lembaga peradilan di masing-masing negara tersebut. Selain itu, lampirannya secara detil menuangkan mekanisme konsultasi, administrasi dan implementasi program.

“Implementasi Program Prioritas Pembaruan Peradilan termasuk program akses terhadap keadilan, peningkatan kapasitas peradilan dan juga manajemen perkara,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua MA juga menjelaskan sudah menandatangani Surat Keputusan Ketua MA No.142/SK/KMA/IX/2011 mengenai Pedoman Penerapan Sistem Kamar di MA sebagai bagian dari proses penyempurnaan penanganan perkara.

Kemitraan Yudisial

Senada dengan Ketua MA, Ketua Pengadilan Federal Australia (FCA), Chief Justice Patrick Keane juga menyatakan masalah reformasi yudisial yang di hadapi di Indonesia sama seperti yang dihadapi di Australia.

“Kerja sama Pengadilan Federal Australia dengan Mahkamah Agung yang telah dijalin memberikan pengakuan masalah reformasi yudisial yang sama,” terang pria yang baru pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia.

Jusctice Keane juga menjelaskan beberapa program yang akan dilaksanakan terkait implementasi Nota Kesepahaman ini. Salah satunya adalah program magang di FCA bagi hakim-hakim terpilih. Agenda ini merupakan salah satu program penting dalam peningkatan kapasitas peradilan di Indonesia.

Sementara itu Ketua Pengadilan Keluarga Australia (FCoA), Chief Justice Diana Bryant menyoroti manfaat kerja sama antara pengadilan yang dipimpinnya dengan Pengadilan Agama di Indonesia.

Dirinya menyatakan, “hal ini sangat penting untuk pengembangan pengadilan agar dapat berbagi pengalaman dan mencari cara peningkatan akses terhadap keadilan terutama bagi masyarakat kurang mampu dan terpinggirkan.”

Acara yang dibuka dengan Pidato Pembukaan dari Koordinator Tim Pembaruan Peradilan Mahkamah Agung, Paulus Efendi Lotulung, ini dihadiri pula oleh Para Pimpinan MA, Para Hakim Agung MA, Para Pejabat Eselon I dan II, Duta Besar Australia, dan para undangan lainnya.(*)

Baca : Pidato Ketua Mahkamah Agung RI ; Pidato Chief Justice Federal Court of Australia ; Pidato Chief Justice Family Court of Australia

[ya]